CMT atau FOB? Cara Memilih Skema Produksi untuk Brand Baru
Brand baru biasanya menerima dua kuotasi dalam minggu yang sama. Satu bertuliskan ongkos jahit per pcs, satu lagi harga jadi per pcs, dan angka pertama selalu jauh lebih kecil.
Masalahnya, kedua angka itu tidak mengukur barang yang sama. Yang satu ongkos kerja, yang satu ongkos kerja ditambah kain, dan pada kaos kainlah bagian terbesarnya.
Selisih itu baru terasa setelah PO ditandatangani, ketika Anda sendiri yang harus membayar rollnya.
Ringkasan
- Ongkos jahit CMT dan harga jadi FOB bukan dua angka yang bisa disandingkan, karena hanya satu dari keduanya yang sudah memuat kain.
- Pada kaos cotton combed 30s, kain yang Anda beli sendiri bernilai sekitar empat sampai lima kali ongkos jahitnya, dan brand baru hampir selalu membelinya di harga eceran.
- Yang sebenarnya dinegosiasikan bukan CMT atau FOB, melainkan di titik mana garis tanggung jawab kain dipindahkan, lalu empat klausul PO yang menuliskannya.
- Fabrik Garment memecah produksi menjadi tahap-tahap terpisah, dari pola sampai packing, sehingga garis itu bisa diletakkan di mana pun yang masuk akal untuk produksi pertama Anda.
Apa yang Sebenarnya Anda Beli dari CMT dan FOB
Definisi kedua skema sudah kami tulis terpisah di perbedaan FOB dan CMT konveksi. Bagian ini tidak mengulangnya, hanya menajamkan satu garis yang menentukan seluruh hitungan di bawah.
1. Satu Pertanyaan yang Memisahkan Keduanya
Pertanyaannya bukan layanan apa saja yang dikerjakan konveksi. Pertanyaannya: siapa yang namanya ada di nota pembelian kain.
Di CMT, nota itu atas nama Anda. Konveksi menerima kain yang sudah Anda bayar, lalu memotong, menjahit, dan merapikannya.
Di FOB, nota itu atas nama konveksi. Anda membayar satu harga per potong dan kain sudah ada di dalamnya.
Semua konsekuensi yang dibahas artikel ini, sisa kain, kekurangan kain, warna yang meleset, berasal dari satu garis itu saja.
2. FOB di Konveksi Bukan Incoterm FOB
Istilah ini sering dipakai keliru, termasuk di halaman kami sendiri yang masih menulisnya sebagai Freight on Board.
Menurut ICC Academy, FOB adalah Free on Board, dan yang diaturnya adalah titik ketika penjual selesai menyerahkan barang di atas kapal di pelabuhan muat.
Incoterms 2020 tidak menyebut apa pun soal siapa yang membeli bahan baku. Jadi FOB yang dipakai dunia konveksi adalah istilah dagang garmen, bukan Incoterm, dan dua-duanya kebetulan memakai tiga huruf yang sama.
Untuk keputusan Anda, perbedaan ini praktis: jangan mencari jawaban soal kain di dokumen Incoterms, karena di sana tidak ada.
3. Keduanya Bukan Paket Tertutup
Lihat daftar layanan mana pun yang jujur dan Anda akan menemukan tahapan yang terpisah: bikin pola, material sourcing, cutting, bordir dan sablon, jahit, finishing, packing.
Daftar yang terpisah itu sendiri adalah buktinya. CMT dan FOB bukan dua produk berbeda, melainkan dua posisi berbeda dari garis yang sama.
Garis itu bisa digeser, dan bagian akhir artikel ini menunjukkan ke mana biasanya digeser.
Hitung Ulang: Kain Anda Empat Kali Lipat Ongkos Jahit
Saya buka daftar harga kain dan daftar konversinya supaya angka di bawah bisa Anda hitung ulang sendiri. Semuanya untuk cotton combed 30s, bahan kaos paling umum untuk produksi pertama.
1. Rp23.800 per Potong Kalau Anda Beli Satu Roll
Daftar harga bahan kaos Knitto, diperbarui 3 September 2026, mencantumkan cotton combed 30s warna gelap di Rp119.000 per kilogram untuk harga roll.
Panduan cara menghitung kebutuhan kain untuk kaos dari sumber yang sama menyebut satu kilogram combed 30s menghasilkan sekitar lima potong kaos ukuran L, setara kurang lebih 2,75 meter kain.
Rp119.000 dibagi lima potong: Rp23.800 per potong, kain saja.
Belum dipotong, belum dijahit, belum disablon.
2. Rp26.800 per Potong Kalau Anda Beli Lima Kilo
Brand pertama jarang membeli satu roll penuh. Daftar yang sama mencantumkan Rp131.000 per kilogram untuk pembelian lima kilogram ke atas, dan Rp134.000 per kilogram untuk pembelian di bawah lima kilogram.
Di angka tertinggi itu, kain per potong menjadi Rp26.800.
Selisih antara harga roll dan harga di bawah lima kilo adalah 12,6 persen. Itu penalti yang dibayar pembeli kecil, dan penalti itu hanya muncul kalau Andalah pembelinya.
3. Satu Kilo Tidak Selalu Lima Potong
Angka lima potong per kilogram berlaku untuk ukuran L. Ini variabel yang paling sering meleset di hitungan pertama.
Yang menurunkan jumlah potongan per kilo:
- Size run yang berat ke XL dan XXL
- Lengan panjang
- Oversize atau boxy fit
- Pola dengan banyak potongan kecil, misalnya raglan atau kombinasi warna
Kalau size run Anda hanya menghasilkan empat potong per kilogram, kain di harga eceran Rp134.000 menjadi Rp33.500 per potong. Hitungan ini asumsi, bukan angka dari daftar harga, jadi mintalah konveksi menghitung yield dari pola Anda yang sebenarnya sebelum Anda memesan kain.
4. Ongkos Jahit: Angka yang Anda Kira Harga Kaos
Situs kami sendiri menulis ongkos jahit kaos mulai dari Rp6.000 per pcs, dengan minimal order 100 pcs, di halaman harga.
Angka "mulai dari" seperti itu, di situs konveksi mana pun termasuk situs kami, tidak memberi tahu Anda apa yang sudah termasuk di dalamnya. Itulah kenapa pertanyaan pertama dalam permintaan kuotasi bukan soal harga, melainkan soal cakupan.
Sandingkan sendiri: Rp6.000 di sebelah Rp23.800 sampai Rp26.800 untuk kainnya. Kuotasi ongkos jahit yang Anda pikir adalah harga kaos sebenarnya kira-kira seperlima dari biaya kaos itu.
5. Aksesori, Sablon, dan Packing yang Tidak Masuk Dua-duanya
Baris ini sering tidak ada di kedua kuotasi, dan hampir selalu jadi tagihan terpisah:
- Rib leher dan rib lengan, dibeli per warna
- Benang jahit sewarna bahan
- Label merek, label ukuran, hangtag
- Bordir atau sablon, dihitung per titik dan per warna
- Polybag, sticker ukuran, karton kirim
Tanyakan satu per satu, bukan sebagai "aksesori". Yang tidak disebut namanya tidak masuk kuotasi.
6. Susut: Potongan yang Tidak Pernah Jadi Kaos
Sebagian kain berakhir sebagai sisa marker, sebagian kaos gagal di QC, sebagian hilang karena cacat kain dari pabrik.
Di FOB, susut itu masalah konveksi dan sudah dihargai di dalam angka per potongnya. Di CMT, susut itu kain Anda, dan Anda yang membelinya dua kali.
Inilah alasan kuotasi CMT selalu menang di atas kertas dan sering kalah di rekening koran.
Kapan CMT Benar-benar Pilihan yang Tepat
Aritmetika di atas bukan argumen bahwa FOB selalu benar. Ada empat keadaan ketika CMT memang lebih murah, dan semuanya punya ciri yang sama: Anda sudah memegang bagian yang sulit.
1. Anda Sudah Punya Pemasok Kain Sendiri
Kalau Anda sudah membeli kain langsung di harga roll, penalti 12,6 persen tadi tidak berlaku untuk Anda.
Di titik itu CMT bukan penghematan semu, melainkan penghematan betulan, karena margin yang tadinya diambil di tahap sourcing sekarang tinggal di tangan Anda.
2. Bahannya Spesifik dan Tidak Bisa Diwakilkan
Ada bahan yang memang tidak bisa diserahkan: kain fungsional dengan sertifikat tertentu, bahan dari satu pabrik yang tidak punya pengganti setara, kain impor dengan lead time panjang.
Kalau produk Anda berdiri di atas satu bahan yang namanya spesifik, membeli sendiri adalah cara menjaga bahwa yang datang memang itu.
3. Warnanya Diulang Terus di Setiap Run
Brand dengan palet tetap punya masalah yang tidak dimiliki brand musiman: batch pewarnaan yang berbeda menghasilkan warna yang berbeda tipis.
Membeli satu lot besar sekaligus dan memakainya untuk beberapa produksi menyelesaikan masalah itu, dan lot besar berarti kain di tangan Anda.
4. Anda Masih Punya Sisa Kain dari Run Sebelumnya
Sisa dari produksi lalu sudah jadi biaya yang keluar. Membawanya ke run berikutnya adalah satu-satunya cara mengembalikannya.
Di sini CMT bukan pilihan strategi, melainkan pembereskan. Tanyakan apakah konveksi bersedia menggabungkan kain Anda dengan kain yang mereka beli untuk sisanya.
5. Lantai Biayanya, dan Kuotasi yang Menembusnya
Ongkos jahit punya dasar yang tidak bisa ditembus, dan dasarnya adalah upah.
UMK Surabaya 2026 ditetapkan Rp5.288.796, Gresik Rp5.195.401, dan Sidoarjo Rp5.191.541, lewat Kepgub Jatim 100.3.3.1/937/013/2025 yang berlaku sejak 1 Januari 2026 (Jawa Pos).
Kuotasi jahit yang jauh di bawah hitungan tenaga kerja setempat sedang memberi tahu Anda sesuatu, dan biasanya salah satu dari ini:
- Pekerjaannya akan disubkontrakkan ke tempat yang tidak Anda lihat
- Angkanya hanya berlaku di kuantitas yang jauh lebih besar dari order Anda
- Ada biaya yang belum disebut dan akan muncul di invoice
- Toleransi cacatnya longgar dan Anda yang menanggung
Kapan FOB Lebih Murah Meski Angkanya Lebih Besar
Lima hal berikut tidak ada di kuotasi CMT dan tetap muncul di biaya Anda.
1. Selisih Harga Roll versus Eceran
Konveksi membeli kain hampir setiap minggu, Anda membelinya sekali. Selisih 12,6 persen antara harga roll dan harga di bawah lima kilo itu adalah harga dari frekuensi, bukan dari kelicikan.
Untuk order 300 pcs, selisih Rp3.000 per potong saja sudah Rp900.000 yang tidak pernah muncul di perbandingan awal Anda.
2. Sisa Kain Menjadi Milik Anda
Kain dijual per kilogram, kaos dipesan per potong, dan dua satuan itu tidak pernah bertemu di angka bulat.
Di CMT Anda hampir pasti pulang membawa beberapa kilo sisa. Di FOB, sisa itu masuk ke stok konveksi dan terpakai di order lain.
3. Kekurangan Kain di Tengah Cutting
Kemungkinan yang lebih mahal: kain Anda kurang saat cutting sudah berjalan.
Pembelian susulan berarti kilo kecil di harga eceran, kemungkinan beda batch warna, dan produksi yang berhenti menunggu. Di FOB, kejadian yang sama diselesaikan dari stok tanpa masuk ke tagihan Anda.
4. Warna yang Meleset dan Pertanyaan Siapa yang Menanggung
Di FOB, kain adalah tanggung jawab konveksi, jadi warna yang tidak sesuai approval adalah masalah mereka.
Di CMT, kain adalah barang yang Anda serahkan. Konveksi memotong apa yang datang, dan kalau warnanya meleset dari sampel, posisi Anda lemah karena Andalah yang memilih pemasoknya.
5. Antrean Produksi yang Tidak Anda Kendalikan
Dirjen IKFT Kemenperin, Taufiek Bawazier, mencatat utilisasi kapasitas sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil masih di kisaran 60 persen, dengan pertumbuhan 5,92 persen pada Triwulan III 2025 dan serapan 6,7 juta tenaga kerja (BBSPJI Tekstil, 2 Januari 2026).
Artinya kapasitas jahit umumnya tersedia. Yang tidak selalu tersedia adalah kain di warna dan gramasi yang Anda mau, pada minggu Anda membutuhkannya.
Di CMT, jadwal produksi Anda menunggu kiriman kain yang Anda urus sendiri. Menunda produksi dua minggu biasanya lebih mahal daripada selisih harga yang Anda kejar.
Yang Sebenarnya Dinegosiasikan: Skema Hybrid dan Empat Klausul PO
Negosiasi nyata jarang berhenti di CMT atau FOB. Yang dinegosiasikan adalah di titik mana garis kepemilikan kain diletakkan, lalu siapa menanggung apa ketika ada yang meleset.
1. Garis Itu Bisa Diletakkan di Tengah
Karena produksi terpecah menjadi tahap-tahap yang terpisah, tidak ada yang mengharuskan Anda memilih paket utuh.
Satu tahap bisa Anda pegang dan sisanya diserahkan, atau sebaliknya.
2. Dua Skema Hybrid yang Paling Sering Dipakai
- Anda beli kain, konveksi beli aksesori. Rib, benang, label, dan packing diurus konveksi dalam satu angka per potong. Anda menang di kain, tanpa mengurus dua belas pembelian kecil.
- Konveksi sourcing, Anda approve lot kainnya. Konveksi yang membeli di harga roll, tetapi tidak ada kain yang masuk cutting sebelum Anda menyetujui potongan lotnya. Anda dapat harga roll tanpa memegang risiko stok.
Untuk produksi pertama 100 sampai 1.000 pcs, skema kedua biasanya yang paling masuk akal.
3. Klausul Satu: Siapa Menanggung Sisa dan Kekurangan Kain
Dua kalimat, dan hampir tidak pernah ada di PO pertama:
- Sisa kain di atas jumlah tertentu dikembalikan ke siapa, dan dalam kondisi apa
- Kekurangan kain saat cutting ditanggung siapa, dan dengan prosedur apa
Tuliskan juga siapa yang menghitung yield di awal. Kalau konveksi yang menghitung dan ternyata kurang, itu perhitungan mereka.
4. Klausul Dua: Toleransi Kuantitas
Produksi garmen tidak pernah mendarat persis di angka PO. Yang harus tertulis:
- Berapa persen kelebihan dan kekurangan yang diterima
- Kelebihan dibayar atau tidak
- Kekurangan dikompensasi bagaimana
Kalau ini tidak tertulis, perdebatannya terjadi saat barang sudah selesai, yaitu saat posisi tawar Anda paling lemah.
5. Klausul Tiga: Approval Sample sebelum Bulk
Satu kalimat yang menyelamatkan produksi pertama: tidak ada cutting bulk sebelum ada sampel yang disetujui tertulis.
Yang harus disetujui di sampel:
- Ukuran jadi, diukur, bukan dilihat
- Warna kain dibanding potongan lot
- Posisi dan warna sablon atau bordir
- Jenis jahitan dan penempatan label
Simpan sampel yang disetujui itu. Sampel adalah standar terima barang yang paling tidak bisa diperdebatkan.
6. Klausul Empat: Standar Terima Barang, dan Apa Arti AQL
Banyak PO menulis "AQL 2.5" tanpa siapa pun tahu artinya, lalu memakainya sebagai senjata di kedua arah.
AQL adalah rencana pengambilan sampel menurut ISO 2859-1, bukan janji bahwa hanya 2,5 persen barang Anda yang akan cacat.
Renaud Anjoran, ASQ Certified Quality Engineer, menjelaskan bahwa General Inspection Level II adalah level yang dipakai secara default, dan untuk lot 5.000 pcs sampelnya 200 pcs. Untuk order 1.000 pcs, sampelnya jauh lebih kecil lagi.
Jadi yang sebenarnya terjadi: inspektur memeriksa sebagian kecil, menghitung cacat yang ditemukan di dalam sampel itu, lalu menerima atau menolak seluruh lot berdasarkan angka tersebut.
Yang perlu tertulis di PO Anda: level inspeksi yang dipakai, AQL untuk cacat mayor dan minor, siapa yang memeriksa, dan apa yang terjadi kalau lot ditolak.
7. MOQ Anda yang Sebenarnya Ditentukan Roll Kain
Minimum produksi dan minimum kain adalah dua angka berbeda, dan yang mengikat biasanya yang kedua.
Situs kami menyebut minimal order 100 pcs untuk produksi grosir. Tetapi kalau Anda yang membeli kain, minimum Anda yang sebenarnya adalah minimum pembelian per warna dari penjual kain.
Daftar harga Knitto membedakan harga roll, di atas lima kilo, dan di bawah lima kilo, tanpa menyebutkan berat satu roll. Artinya angka itu harus Anda tanyakan sendiri sebelum memilih palet.
Empat warna di satu koleksi berarti empat minimum pembelian terpisah. Itu alasan paling sering koleksi pertama terlalu banyak warna dan terlalu sedikit ukuran.
Yang Bisa Anda Kerjakan Minggu Ini
Empat langkah, semuanya bisa selesai sebelum Anda mengirim PO.
1. Buat Lembar Hitungan Enam Baris
Satu halaman, enam baris, dua kolom untuk CMT dan FOB:
- Kain per potong
- Aksesori per potong, termasuk rib, benang, dan label
- Ongkos jahit per potong
- Sablon atau bordir per potong
- Packing per potong
- Susut, dalam persen dari total
Kalau ada kolom yang kosong di salah satu skema, itu bukan berarti gratis. Itu berarti Anda belum bertanya.
2. Kirim Satu Kalimat Ini ke Dua Konveksi
Minta dua angka di atas dasar yang sama, dalam satu pesan:
"Untuk 300 pcs kaos combed 30s, tolong berikan dua angka: harga CMT per pcs, dan harga FOB per pcs dengan kain yang sama. Mohon sebutkan apa saja yang sudah termasuk di masing-masing."
Kalimat kedua itu yang paling penting. Tanpa itu Anda akan menerima dua angka yang lagi-lagi tidak bisa disandingkan.
3. Tanyakan Minimum Kain per Warna sebelum Memilih Palet
Sebelum Anda memutuskan berapa warna di koleksi pertama, tanyakan ke penjual kain berapa minimum pembelian per warna dan berapa berat satu roll.
Biasanya jawaban itu yang mengubah koleksi lima warna menjadi tiga.
4. Tulis Tanggal di Setiap Angka yang Anda Terima
Harga kain bergerak. Daftar yang saya pakai di artikel ini bertanggal 3 September 2026 dan akan berubah.
Kuotasi tanpa tanggal dan tanpa masa berlaku bukan kuotasi, hanya perkiraan. Minta keduanya tertulis.
Siapkan Produksi Pertama Anda bersama Fabrik Garment!
Yang dibutuhkan brand di produksi pertama bukan daftar layanan, melainkan kejelasan soal siapa memegang apa ketika ada yang meleset. Daftar layanan tidak menjawab pertanyaan itu, PO yang ditulis benar yang menjawabnya.
Di Fabrik Garment, produksi dipecah menjadi tahap yang berdiri sendiri: bikin pola dan material sourcing di awal, lalu cutting, bordir dan sablon, jahit, finishing, sampai packing. Karena tahapnya terpisah, garis tanggung jawab kain bisa diletakkan di titik yang masuk akal untuk skala Anda, bukan dipaksa ke salah satu dari dua paket.
Kami mengerjakan kaos, polo, kemeja, jaket, wearpack, semi jas, dan celana, dengan minimal order 100 pcs untuk skema CMT maupun FOB.
Jika Anda sedang membandingkan dua kuotasi dan belum yakin keduanya mengukur hal yang sama, kirimkan spesifikasi Anda ke tim Fabrik Garment dan minta dua angka sekaligus, CMT dan FOB, untuk kain yang sama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang CMT dan FOB (FAQ)
Berapa minimum pembelian kain per warna?
Angkanya ditentukan penjual kain, bukan konveksi. Daftar harga Knitto per 3 September 2026 membedakan harga roll, pembelian lima kilogram ke atas, dan di bawah lima kilogram, tanpa menyebut berat satu roll. Tanyakan berat roll dan minimum per warna sebelum Anda mengunci palet koleksi.
Siapa yang menanggung selisih kuantitas antara PO dan barang jadi?
Siapa pun yang tertulis di PO. Kalau tidak tertulis, tidak ada jawabannya dan perdebatan terjadi setelah barang selesai. Tetapkan persentase toleransi lebih dan kurang, lalu tentukan apakah kelebihan dibayar dan bagaimana kekurangan dikompensasi.
Berapa lama pembuatan sampel sebelum bulk?
Lead time sampel berbeda di setiap konveksi dan sangat bergantung pada ketersediaan kain, jadi tanyakan langsung dan minta tertulis. Yang bisa Anda kunci sejak awal adalah aturannya: tidak ada cutting bulk sebelum sampel disetujui tertulis, dan sampel yang disetujui disimpan sebagai standar terima barang.
Bisakah saya membawa kain sendiri untuk sebagian order?
Bisa, dan ini skema hybrid yang paling sering dipakai untuk menghabiskan sisa kain dari produksi sebelumnya. Yang perlu disepakati di depan: bagaimana kain Anda dan kain konveksi dibedakan di lantai produksi, dan siapa yang menanggung kalau kain bawaan Anda cacat dari pabriknya.
Apakah AQL 2.5 berarti maksimal 2,5 persen barang saya boleh cacat?
Tidak. AQL adalah rencana pengambilan sampel menurut ISO 2859-1: sebagian kecil dari lot diperiksa, cacat dihitung di dalam sampel itu, lalu seluruh lot diterima atau ditolak berdasarkan hasilnya. Pada General Inspection Level II, lot 5.000 pcs diperiksa lewat sampel 200 pcs. Tuliskan level inspeksi, AQL mayor dan minor, dan konsekuensi lot yang ditolak di PO Anda.
Artikel terkait
- Perbedaan FOB dan CMT Konveksi
- Layanan Produksi Fabrik Garment
- Produksi Kaos
- Produksi Wearpack
- Tentang Fabrik Garment
Sumber
- ICC Academy, Incoterms 2020: FAS or FOB
- Knitto, Daftar harga bahan kaos per kilo, diperbarui 3 September 2026
- Knitto, Cara menghitung kebutuhan kain untuk kaos
- Jawa Pos, Daftar UMK 38 kabupaten/kota di Jawa Timur 2026
- Renaud Anjoran, How the AQL inspection levels in ISO 2859-1 affect sampling size
- BBSPJI Tekstil Kemenperin, Sektor IKFT makin tangguh, 2 Januari 2026
- Fabrik Garment, Perbedaan FOB dan CMT Konveksi dan halaman layanan


